Postingan

Dari Pelita Kecil Menuju Cahaya Besar

Di sebuah desa terpencil yang dikelilingi sawah dan jalanan tanah yang berdebu, hiduplah seorang anak bernama Raka. Rumahnya kecil, berdinding anyaman bambu, dan atapnya sering bocor saat hujan turun. Ia tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai penjual gorengan keliling, sementara ayahnya telah lama tiada. Sejak kecil, Raka sudah akrab dengan kesulitan. Ia sering membantu ibunya berjualan sepulang sekolah. Tak jarang, ia harus menahan lapar demi memastikan ibunya bisa makan lebih dulu. Namun, di balik segala keterbatasan itu, Raka menyimpan mimpi besar: ia ingin mengubah hidupnya dan membahagiakan ibunya. Setiap malam, Raka belajar dengan cahaya pelita kecil. Buku-bukunya adalah buku bekas pemberian tetangga, dan seragamnya sudah lusuh. Meski begitu, semangatnya tidak pernah pudar. Ia selalu menjadi siswa yang rajin dan penuh rasa ingin tahu. Suatu hari, gurunya melihat potensi besar dalam diri Raka. Ia didorong untuk mengikuti lomba cerdas cermat tingkat kabupaten. Dengan usaha ...

Cahaya di balik Jendela Tua

Di sebuah gang sempit, hiduplah Pak Bakri, seorang kakek tua yang penglihatannya mulai memudar karena katarak. Setiap sore, ia duduk di teras rumahnya yang kecil, menyeduh teh hangat, dan menyiapkan dua cangkir. Padahal, ia tinggal sendirian. Istrinya, Ibu Aminah, telah berpulang lima tahun yang lalu. Namun, Pak Bakri tetap menjalankan rutinitas yang sama, meletakkan satu cangkir teh di kursi kosong di hadapannya dan membacakan koran dengan suara keras, seolah-olah istrinya masih duduk di sana mendengarkan. Suatu hari, seorang anak laki-laki tetangganya bernama Gilang bertanya, "Kek, kenapa kakek selalu bicara sendiri? Nek Aminah kan sudah tidak ada." Pak Bakri tersenyum tipis, tangannya yang gemetar mengelus pinggiran cangkir yang masih mengepul. "Gilang, cinta itu seperti lagu. Meski penyanyinya sudah berhenti bernyanyi, melodinya masih terngiang di telinga kakek. Kakek tidak bicara sendiri, kakek sedang merawat ingatan." Minggu berganti bulan, penglihatan Pak Bak...

Tangkap Fadhil sekarang juga!

Jika anda ingin menangkap Fadhil, anda harus mengetahui Fadhil secara menyeluruh dengan cara membaca tulisan-tulisan yang dibuat oleh Fadhil, selain membaca tulisannya anda juga harus mengetahui gmailnya. gmail Fadhil adalah fadhilsyafi(at)gmail(dot)com.

Yuk kenalan

Bagaimana jika ada anak kecil yg dapat menulis? Perkenalkan nama saya "Fadhil Syafi Arsyad" sekarang saya sudah memasuki umur yg ke-12. Sebelum saya menulis tulisan yang lain, saya ingin menjelaskan arti dari nama saya. Fadhil berasal dari bahasa arab yang memiliki arti rahmat, keunggulan, atau kelimpahan. Syafi memiliki arti yang secara umum adalah penyembuh atau yang menyembuhkan, sedangkan Arsyad memiliki arti dari bahasa arab yang berarti orang yang berada di jalan yang lurus. Sekian dari tulisan saya, terimakasih sudah membaca😊